www.herystrada.com

Karir Saya Tak Semulus Lantai Keramik

Berbicara soal karir ya, karir itu seperti permen sugus kesukaan saya waktu kecil, kalau sudah masuk dimulut manis,asam dan asin ramai rasanya. saya ini orang bodoh yang tak bersekolah tinggi, secara pribadi dari dulu saya tidak berpikir sejauh apa dan sebesar apa karir saya nanti. Sekarang saya merasa karir itu sebuah pilihan yang simple, mau karir bagus ya bekerja keras. Sebuah pola pikir yang sederhana. Belum tentu orang tak bersekolah berkarir rendah dan belum tentu juga berpendidikan tinggi berkarir tinggi, bahkan anak orang kaya sekalipun. Apapun bisa terjadi. Kita masih punya hak yang sama hidup di dunia.

Jam terus berputar dan hari terus berjalan, dimana kaki berpijak saya hanya melakukan apa yg bisa saya lakikan, ehh..lakukan maksud saya. Sebuah karir yang saya sendiri tak bisa mengukurnya seperti apa nanti, ora mikir. Hasil hanya dari sebuah proses yang maksimal. Saya hanya belajar bagaimana menjadi orang yang berani, berkomitmen dan tanggung jawab atas apa yang saya lakukan. Saya hanya belajar minta tolong, belajar meminta maaf dan belajar berterima kasih. Tak ada penyesalan dari masa lalu, semua masalah didepan mata saya ya saya belajar selesaikan tanpa rasa takut dan menyalahkan. Ga tau apa yang saya lakukan itu sudah benar atau belum, ya itulah saya. Menikmati hidup dengan cara yang saya lihat, saya dengar, dan saya rasakan.

" Karir saya tak semulus lantai keramik ". Sebuah perjalanan yang saya nikmati sampai sekarang, saya akan terus belajar dan terus mengembangkan diri sebagai pribadi yang lebih baik lagi. Sedikit gambaran singkat tentang perjalanan karirku seperti dibawah ini :

Setelah lulus sekolah kejuruan tahun 2004 saya nganggur dikampung -+ 1 tahun. Setelah bosan jadi preman kampungan ya saya akhirnya memutuskan hijrah ke jakarta untuk mengadu nasib. Ceritanya dulu saya laper pengen beli gorengan tahu isi tapi ga punya duit. Sebagai seorang remaja tak ber skill saya mengawali karir sebagai buruh di pabrik dengan status karyawan kontrak. Karena kontrak kerja saya habis ya saya dikeluarkan. Setelah itu saya masuk di perusahaan percetakan kurang lebih sekitar 5 bulan. Saya bekerja dengan posisi helper alias tukang lipat kardus. Karna saya tidak lulus periode training ya mau tidak mau angkat kaki cari pekerjaan lain. kesana kesini dapat info dari teman kos saya masuk lagi dibidang percetakan. Saya sebagai kenek alias asisten operator mesin. -+ 5 bulan saya memutuskan keluar sendiri karena untuk kebutuhan makan sehari2 saja masih kurang. 

Selanjutnya saya bekerja di osim sebuah perusahaan swasta yang bergerak dibidang kesehatan. Disini saya bekerja sebagai asisten driver alias kenek nya sopir. tugas saya antar2 barang kursi pijat, narikin troli di mall, bersihin gudang dll. karena dinilai saya tidak berkompeten waktu itu ya saya dipecat. Dengan kondisi yang semakin terpuruk saya kesana kesini melamar cari pekerjaan baru. Setelah ini saya pernah bekerja sebagai SPB di mall, sales dor to door, lalu agak mendingan saya masuk sebagai marketing executive di perusahaan swasta water treatment. selama -+ hampir 3 tahun karir tertinggi saya hanya sebagai supervisor marketing. Itupun juga tidak lama. Karena keinginan terbesar saya ingin dibidang property maka saya berani putuskan untuk recent dari kantor saya bekerja. Memang waktu itu merupakan keputusan yang sulit. Saya berfikir untuk menjalani karir sebagai supervisor saja saya perlu waktu tiga tahun, lalu berapa lama lagi jika saya kerja ditempat yang baru. Dengan berat hati saya putuskan hengkang hingga kurang lebih setahun di propety jual rumah, ruko, tanah ternyata itu hal yang sulit. Sulit sekali. tanpa disadari tabunganku sudah habis. Tapi kok saya belum jualan2. untuk berangkat kerja beli bensin motor saya  saja tidak punya. Waduh cilaka ini hidup begini. Gelapaaappp rasanya, warung saja tidak kelihatan.

Saya bingung dengan kondisi seperti itu, setiap kali pulang melihat wajah orang tuaku selalu terlihat lelah. Terbesit dibenakku untuk mengakhiri kehidupan yang selama ini saya jalani. Dengan posisi sebagai anak laki2 tumpuan keluarga tetapi tidak mempunyai pekerjaan. Dengan keadaan seperti ini hanya ada dua pilihan yaitu : tetap di jakarta mencari pekerjaan baru memulai lagi karir dari awal Atau pulang kampung saja. 

Yang kulakukan waktu itu hanya mengurung diri dikamar. kurang lebih dua minggu tidak keluar rumah, membuka pintu depan saja tidak pernah, mungkin waktu itu saya stres. saya benar2 mengalami keterpurukan hidup. Alhamdulillah yang kuasa menunjukkan jalan terbaik buat saya kembali fresh. Saya memutuskan untuk tetap di jakarta. Tetapi saya tidak mau bekerja kepada orang lain. Saya sudah capek. Saya ingin bekerja pada diri saya sendiri. Saya memutuskan untuk bisnis. Saya tau saya tidak punya modal uang , jangankan modal ,beli rokok saja sulit. Saya hanya punya keberanian. Berani untuk berbisnis.

Saya memulai bisnis dengan membangun perusahaan sendiri dari nol. Benar2 NOL. Sebuah proses yang cukup menantang. Sekarang perusahaan itu sudah jadi dan terus berkembang. Jatuh bangun sudah menjadi hal yang biasa. Tanpa disadari beban dan tanggung jawab dipundak ini semakin besar. Setiap kali dihadapkan dengan benang kusut persoalan dan sebuah pilihan kebijakan yang cukup menyulitkan. Terus dituntut untuk adil, tegas, bijak dan tanggung jawab. Kadangkala berpikir menyerah selalu menghantui dipikiran ini. Sebenarnya diri ini lelah, lelah sangatttt. Tapi lelah ini menuntutku untuk terus kuat melangkah. Sebuah hukum alam yang tak bisa terbantahkan. Sebisa kita lakukan ya lakukan dengan maksimal. Faktor resiko itu nomer 100, berani mimpi ya harus berani mewujudkan. mimpi saya ketika nanti usiaku sudah diangka 30 tahun saya sudah mempunyai 3 perusahaan. Sebuah perusahaan group dan anak2 perusahaanya. Ketika umurku sudah 40 tahun, saya sudah hidup didesa dengan keluarga bahagia bersama anak istriku dan yang saya lakukan hanyalah sholat, mengaji, mendekatkan diri kepada yang diatas. Amin.

Hery Strada Simo Kwadungan Ngawi
Hery Strada


hery strada atau heri nur saputro

Perjalanan Karirku

Tahun 2005 : PT. Johnson Family - Sebagai Karyawan Kontrak - Dipecat

Tahun 2006 : PT. Lupa Namanya - Sebagai Helper ( tukang lipat kardus) - Tidak lulus training

Tahun 2006 : PT. Dwi Indah - Sebagai Ast. Operator ( pembantu operator mesin) - keluar sendiri

Tahun 2007 : Kenek Angkutan mangga dua

Tahun 2008 : PT. Osim : Ast. Drever ( kenek sopir ) - Dipecat

Tahun 2010 : PT. Abba : Sebagai SPB di mall - Dipecat

Tahun 2010 : PT. Hidro : Sebagai Supervisor Marketing - keluar sendiri

Tahun 2011 : Property : Marketing & Developer - keluar sendiri

Sekarang : Kursata Prooperty Linee - Founder & CEO

Sekarang : PT. Centra Cipta Mandiri - Sebagai Direktur Utama

5 komentar:

Anonim mengatakan...

luar biasa pak hery strada,mantan preman kampung jadi direktur utama memimpin orang-orang sarjana.. salut pak.. kalau boleh tau kuncinya apa ya pak .salam sukses pak. from darwis

Venti mengatakan...

Subhanallah. semoga Allah berikan umur yang panjang pa Hery strada.

erna mengatakan...

karir yang indah pak, perjalanan yang sangat menarik dan memotivasi para remaja indonesia ,saya adalah guru sekolah dasar dan sangat bangga jika saya pernah mengajar anak didik saya yang seperti pak Hery Strada. sukses pak mudah2an banyak yang seperti ini di Indonesia

PSD NGAWI mengatakan...

luar biasa pak... saya terinspirasi dengan kisah bapak

taniatan taniatan mengatakan...

Keren kakak heu.. heu

Posting Komentar

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More

 
Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | Grants For Single Moms